![]() |
| Istri Teman Lama ku Yang Punya Libido Tinggi |
Saat ini saya sudah bekerja dan memiliki posisi yang cukup bagus. Serta sudah memiliki istri yang cantik dan berkulit putih mulus dengan postur tubuh yang menarik dan selalu menarik nafsuku. Cerita yang akan kutampilkan ini adalah pengalamanku beberapa waktu yang lalu. Saat itu aku mendapat undangan dari seorang teman lamaku yang bernama Jay.
Jay adalah temanku semasa kuliah dulu di kota Surabaya. Karena lulus dari kuliah kami tidak pernah bertemu, komunikasi melalui telepon tetap berjalan lancar. Saat ini dia juga sudah menikah, dan aku belum kenal mendengar. Dia juga saat ini sudah berkerja di salah satu perusahaan besar di Surabaya, sedangkan aku berkerja di Jakarta sampai sekarang. Pada saat menghubungiku, Jay mengatakan bahwa dia akan berada di Jakarta selama satu minggu lamanya dan tinggal sementara di sebuah apartemen yang disediakan oleh perusahaannya.
Dia juga datang bersama berbicara dan saat ini mereka juga tidak memiliki anak seperti aku dan istriku, maklum kami kan masing-masing baru menikah dan masih fokus ke karir kami, baik istriku atau istri Jay hanya ibu rumah tangga saja, karena kami pikir itu perlu lebih Aman untuk mempertahankan rumah tangga, karena dunia kerja pergaulannya menurut kami mendukung aman untuk istri-istri kami Malam itu sampailah kami di kamar apartemen yang dihuni oleh Jay dan berbicara.
Hai ... Jay gimana kabar kamu, sudah lama yach kita nggak ketemu, kenalkan ini istriku Lusi, kataku.
Hai Van, ngga ngira gua kalau bakalan bisa ketemu lagi sama kamu, hai Lusi ... apa kabar, ini Sari istriku, Sari ini, Ivan dan Lusi ... kata Jay berbalik mengundang dan mengundang kami masuk.
Kemudian kami ngobrol bersama sambil menikmati makanan yang telah disiapkan oleh Jay dan Sari. Kulihat Lusi dan Sari cepat akrab, tapi ketemu baru, begitu juga dengan aku dan Jay. Ketika Sari dan Lusi asyik ngobrol macam-macam, Jay menarikku ke Arah balkon yang ada dan segera menarik tanganku sambil membawa minuman kami masing-masing.
Eh .. Van gua punya ide, mudah-disetujui aja elo setuju ... karena ini pasti sesuai dengan kenakalan kita dulu ... gimana ..." kata Jay. "Tentang apa ..." kataku.
Tapi elo jangan marah ya ... kalau nggak setuju ..." kata Jay lagi. "Oke gua janji ..." kataku. "Begini ... gua tau kita kan masing-masing punya libido seks yang tinggi, gimana kalau kita coba bermain seks bersama malam ini, dengan berbagai variasi seperti, elo boleh pakai istri gua dan gua juga boleh pake istri kamu, gimana ...
ucap Jay. "Ah .. gila kamu ..." kataku spontan. Lusi dan Sari yang sedang asyik ngobrol. Kulihat Sari sangat cantik tidak kalah cantiknya dengan Lusi, dan aku yakin sebagai laki-laki aku sangat tertarik untuk menikmati tubuh perempuan seperti Lusi dan Sari yang tidak kalah dengan ratu-ratu kecantikan Indonesia.
Gimana Van ... kan kita akan sama-sama menikmatinya, tidak ada untung rugilah ..." kata Jay meminta keputusanku lagi. "Tapi gimana caranya ... mereka pasti marah ... mau kita tanya ..." aku balik bertanya. Tenang aja, gua harus disetujui jika disetujui ..." kata Jay lagi. “Gua punya Pil perangsang… lalu kita masukkan ke minuman istriku dan istrimu .. jawab dengan dosis yang lebih banyak, agar mereka cepat terangsang, dan kita mulai menyetujui.
Oke ... gua setuju .. "kataku. Dan kami pun mulai melaksanakan rencana kami tersebut. Jay mengambil gelas lagi dan memasukkan beberapa butir pil ke dalam dua gelas buah yang sudah diisi minuman ringan yang akan kami berikan kepada Lusi dan Sari. "Aduh .. asyik amat ... apa sich yang diobrolin .. nich .. minumnya kita tambah ..." kata Jay sembari memberikan gelas yang satu ke Sari, sedangkan aku memberikan yang satu lagi ke Lusi, sambil minum minuman yang sebelumnya kelihatan sudah habis .
Kemudian Lusi dan Sari langsung menenggak minuman yang kami berikan beberapa kali. Aku duduk di sebelah Lusi dan Jay duduk di dekat Sari, kami pun ikut ngobrol bersama mereka. Beberapa waktu kemudian, baik saya maupun Jay mulai melihat Lusi dan Sari mulai berkeringat dan gelisah sambil mengubah posisi duduk dan kaki mereka, mungkin obat perangsang tersebut mulai berpikir, pikirku. Kemudian Jay berinisiatif mulai memeluk Sari dari samping, begitu juga aku, dengan sedikit melepaskan desah nafasku ke tengkuk Lusi istriku.
Sar ... aku sayang kamu ..." kata Jay. Kulihat mulai meraba paha Sari, berbicara. "Eh Jay ... apaan .. sich kamu ... kan malu ... akh .. ah ..." kudengar suara Sari halus.Nggak pa-pa .. ah ... ah ... kamu sayangku ... ah ..." desah Jay menerima serangannya ke Sari. Melihat kondisi itu, Lusi agak bingung ... tapi aku tahu kalau dia pun mulai terangsang dan tak berkuasa menahan gejolak nafsunya. "Lus… aku cinta kamu .. ukh ... ulp ... ah ..." Aku pun mulai memeluk Lusi dan langsung mencium bibirnya dengan nikmat, dan kurasa Lusi pun menikmatinya.
Aku pun mulai memeluk tubuh dari depan, dan tanganku pun mulai meraba bagian pahanya sama seperti yang dilakukan oleh Jay. "Lus ... akh ... ak ... kamu ... sangat cantik sayang ..." kataku. "Akh .. Van ... ah ... ah ..." desah istriku panjang, karena tanganku mulai membentuk bagian depan pembunuhannya, dan mengelus dan mengusapnya dengan jari tangan kananku, setelah mulai menyibakkan CD-nya.
Kulihat Jay sudah membuka bajunya dan mulai membuka kancing baju Sari berbicara, yang kelihatan sudah pasrah dan sangat terangsang. Cerita pertukaran pasangan. "Ah .. Jay ... ah ... ah ... ah ..." desah Sari kudengar. Dan Jay sudah berhasil membuka seluruh pakaian Sari, dan kulihat berhasil mulusnya kulit Sari yang saat ini hanya tinggal CD-nya saja, dan itu pun sudah berhasil ditarik oleh Jay.
Tinggallah tubuh bugil Sari di atas sofa yang kami gunakan bersama dengan kelakuan Jay pada itu. Kulihat jay pun sudah membuka semua pakaiannya dan sekarang tanpa sehelai benang pun jay yang mendukung tubuh jay juga jay yang saat ini saling rangkul dan cium di sampingku dan istriku.
Ah ... ulp ... ulp ... ulp .. ah .. sst .. sst ... Kulihat Sari menjilat dan menghisap kontol Jay yang putih kemerahan dengan nikmatnya. "Ukh ... ukh..ohh ... .ukh ..." erang Jay menikmati permainan Sari.
Aku pun sekarang sudah berhasil membuka semua pakaian Lusi istriku, kulanjutkan dengan buah dadanya yang kenyal itu dan kulanjutkan dengan melengkapi menempatkan puting susunya makin dan berulang-ulang.
Ah ... ah ... ah ... Van ... terus ... ah .. ah .." desah Lusi keenakan. Tangan Lusi pun memulai celanaku dengan tergesa-gesa karena hanya celanaku yang belum kubuka dan kelihatannya Lusi sudah mulai tidak sabaran.
Akh ... akh ... ukh ... oh ..." kompilasi celana dan CD-ku terbuka dan jatuh ke bawah, Lusi segera memegang kontolku dan menjilatinya seperti apa yang dilakukan oleh Sari. Aku kemudian segera menyelesaikan permainan dengan mengambil posisi jongkok dan membuka lebar kedua kakiiku dan mulai menjilati klitorisnya dan semua bagian di luar pengawasannya.
Aah ... oh .. terus .. terus Van ... enak ... akh ... akh ..." desah Lusi. "Ulp .. ulp .. sst ... sst ... ah ... uhm ... uhm ... uhm ..." Aku terus menjilati klitoris istriku dan kulihat bibir kuliner dan klitorisnya merekah merah ditayangkan serta ditonton oleh jilatanku dan air yang diminum tersebutya yang dapat ditanyakan untuk naik dari mana ritualnya.
Aah ... oh .. terus .. terus Van ... enak ... akh ... akh ..." desah Lusi. "Ulp .. ulp .. sst ... sst ... ah ... uhm ... uhm ... uhm ..." Aku terus menjilati klitoris istriku dan kulihat bibir kuliner dan klitorisnya merekah merah ditayangkan serta ditonton oleh jilatanku dan air yang diminum tersebutya yang dapat ditanyakan untuk naik dari mana ritualnya.
Akh ... Jay ... ahk ... kamu .. gila Jay ... akh .. terus ... terus Jay ... ahh ..." rintih Sari mendengar. "Ukh ... ah ... ulp ... akh ... akh ... akh ... oh ... oh ... oh ..." Suara dan desahan dari istriku dan Sari secara bersamaan dan penuh kenikmatan. Perlahan tangan kananku mulai ikut meraba pengikut Sari yang ada di sebelah istriku.
Dan aku pun ikutan memasukkan kedua buah jariku ke undangan Sari tersebut. Dan Jay pun melupakan semua yang kulakukan, kemudian sambil terus mengocok lubang sari, tangan kiri Jay pun mulai ikut meraba izin istriku saat ini tanpa rambut, setelah selesai kucukur kemarin, permainan ini terus berlanjut baik Sari maupun istriku dibuka dan dibuka nikmati permainan yang aku dan Jay lakukan.
Perlahan saya mulai dengan buah dada sari dengan tangan kananku dan meremasnya perlahan, kurasakan buah dada milik Sari lebih dari milik istriku, tetapi buah dada istriku lebih besar dan menantang untuk dihisap dan dipermainkan.
Kemudian aku mulai berdiri dan memutarbalikkanku yang memiliki panjang 16 cm dan diameter 4 cm ke arah mulut istriku, dan tanganku terus meremas buah dada milik Sari. Istriku dan Sari pun berlalu. Dan kulihat Jay tetap memasukkan dan mengocok kedua lubang yang di tentukan dengan kedua buah disetujui dengan sekali-kali meremas buah dada milik istriku dan juga Sari, diundang. Kemudian Jay mulai berdiri dan mengarahkan kontolnya ke lubang Memek Sari yang sudah sangat basah,
Ah ... Jay ... terus ... masukkan ... terus Jay semuanya ..." kata Sari. Melihat itu aku pun mulai mengarahkan batang kemaluanku ke lubang pembunuhan istriku. Akh ... ukh .. ah ... oh ... ah ... oh ..." erang istriku keenakan. Saat ini, baik posisiku dan jay maupun Lusi dan Sari berada pada posisi yang sama. Aku dan Jay terus menarik turunkan kami di lubang Memek milik Sari dan Lusi.Lusi. Begitu juga dengan Sari dan Lusi terbuka lebar dan memeluk pinggangku juga Jay seolah-olah mereka takut kehilangan kami berdua.
Selang beberapa saat kemudian Jay menghentikan kegiatannya dan memintaku mundur, kemudian memasukkan tongkatnya yang panjangnya 17 cm tetapi diameternya mungkin 3 cm dan kelihatan begitu panjang dari punyaku hanya punyaku lebih besar dan lebih cepat daripada yang bisa dilakukan oleh Jay yang terus bergerak ke bawah untuk menonton film milik istriku.
Kulihat istriku cukup kaget tetapi hanya pasrah dan terus menikmati milik Jay yang mulai mengocok lubang miliknya tersebut. Aku pun memulai juga memutar kontolku ke lubang kemaluan milik Sari, lambat kurasakan lubang kontol Sari masih cukup singkat serta menjepit batang kontolku yang kutekan perlahan.Akh ... akh ... Sar ... memekmu begitu padat .. dan enak ... akh ..." kataku. "Terus ... Van .. Terus .. punyamu begitu besar ... terus Van ... enak ... akh ..." rintih Sari.
Van .. terus ... beri aku kenikmatan .. akh ... akh ... terus Van ... enak ... lebih dalam Van ... akh .. "" Lus ... punyamu begitu enak ... sangat ... rapat dan menjepit kontolku .. akh ... "desah Jay untuk istriku. "Ehm ... ehm ... ukh ... ukh ... lebih dalam Jay ... lebih dalam ... teruskan Jay ... teruskan ... titmu ... sangat panjang ... akh .. dan membuka ... dinding .. rahimku .. akh ... akh ... enak ... Jay .." desah istriku lirih.
Kemudian aku terus meremas dan memasukkan susu milik Sari dan sekali-kali kugigit pelan-pelan putingnya dan Sari terus menikmatinya, sementara aku terus naik-turun mengocok lubang sari yang terasa padat dan kenyal serta cepat kering tersebut.
Teras batang kemaluanku serasa masuk ke lubang yang sangat sempit dan padat ditumbuhi daging-daging yang berdenyut-denyut menjepit dan mengurut batang kontolku yang semakin keras dan menantang lubang sari Sari yang kubuat basah sekali, dan Sari pun terus menikmati dan mengangkat pinggulnya serta menggoyangkannya saat menerima hujaman batang hukumanku yang saat masuk hanya menyisakan dua buah biji-bijian yang mendukung dan terhempas di luar sari Sari tersebut.
Akh ... Sar ... enak .. sekali .. punyamu ... akh .. akh .." desahku. "Oh Van ... aku sangat ... suka ... milikmu ini ... Van yang besar dan keras ini ... akh ... ogh ... ogh ... terus Van ... ah ..." Kulihat Jay membalikkan tubuh istriku dan memasukan penutupnya yang panjang putih kemajuan ini dari belakang, "Akh ... akh ... akh ... Jay ... terus ..
lebih dalam Jay ... akh .. enak ... Jay ... "rintih istriku, yang kulihat buah dadanya bergoyang mengambil alih dari penggalian Jay yang terus keluar masuk, dan membuka tangan Jay meremas buah dada tersebut juga menariknya.
Akh ... Jay .. akh ... ogh ... ogh ... ahh ... " "Ogh .. Lus ... buah dadamu begitu besar ... dan ... enak ... ukh ... ehm ... ehmmm ..." sahut Jay penuh kenikmatan. Sari mencoba mengubah gaya dalam permainan kami, saat ini dia sudah berada di atas tubuhku yang duduk dengan kaki yang lurus ke depan, sedangkan Sari memasukkan dan memindahkan pengikutnya dari atas ke arah mengarahkanku.
Blees ..." "Aakh ... enak ... akh ... Van punyamu begitu besar ... akhg ..." desah sari yang terus menaik-naikkan sementara dan memperbaiki pinggulnya menikmati menikmatiku yang terasa nikmat dan ngilu enak. "Oh ... Sar .. terus ... ah ... ah ..." desahku. "Oh Van ... oh ... oh ... oh ... Van ... aku hampir keluar Van ... aogh ... ogh ..." jerit Sari. "Okh .. Van ... okh ... aku ke ... luar ... okh .. okh… ”tubuh Sari mengejang bagaikan kuda dan kurasakan semangatku pun bergetar mengimbangi orgasme yang berhasil Sari.
Kulihat Liku istriku sangat menikmati permainan ini dengan posisi bagaikan ****** atau kuda yang sedang kawin, buah dada istriku yang besar bergoyang-goyang ke depan-belakang dengan cepatnya, sekujur tubuh Jay seks mereka ini, kulit jay yang putih mulus karena dia berdarah manado ini Tangan istriku meremas sofa sandaran dan berteriak
lirih, "Ah ... ah ... ah ... eh ... uh ... uh ... Jay tekan terus Jay dengan keras ... ah .. ah .." Kulihat satu tangan istriku memutar dan memelintir menempatkan susunya sendiri juga sekali- kali meremas buah keras dadanya seperti takut kehilangan kesenangan permainan mereka tersebut. Aku kemudian melepaskan dan sebagian tubuhku dan berbaring di bawah buah dada istriku, kemudian berinisiatif untuk ikut meremas buah dadanya dan menggabungkan menempatkan susunya Akh ... Van ... akh ... enak .. ogh ... ogh ... ogh ... terus Van ..." rintih istriku, terasa olehku kemudian Sari menjilati dan menghisap batang pembunuhanku yang mulai mengeras kembali.
Ogh ... ogh ... ogh ... Van ... ogh ... ogh ... Jay ... kontolmu sangat panjang dan membuatku sangat ... puas Jay ... akh ... terus ... akh ..." kata Lusi. “Ulp .. ulp ... ulp .. ulp… ulp ..” jilatan Sari di penerbitku yang mengeras. "Okh ... Jay ... aku .. hampir .. ke .. ke .. luar ... Jay ... terus" desah istriku.
Kuremas dan kupelintir dengan keras puting susu dan buah dada istriku, dan kulihat Jay juga mengejang. "Akh ... akh .. akh ... akh .. Lus .. aku juga keluar ... akh ... akh ..." jerit Jay kuat, kemudian berusaha mengejang dan bergetar hebat. "Ogh ... ogh ... ogh ... ogh ..." istriku pun mengejang dan meremas sandaran sofa dengan kuat. Beberapa saat.
Aku pun kembali menikmati kenikmatan mengalir di batang kemaluanku dan ... "Akh ... akh ... akh ... akh ..." turnamenku memuncratkan spermaku kembali, sebagian ke wajah sari dan sebagian lagi meloncat ke atas tubuh istriku dan aku pun mengejek kenikmatan dan kulihat sari terus menjilati donorku yang besar ini dan membersihkannya dengan lidahnya. Kemudian kami terbaring dan tertidur bersama di sofa tersebut hingga pagi, di dalam tanpa sehelai benang pun menyelamatkan tubuhku, istriku, Jay dan Sari berbicara.
Permainan ini kembali kami ulangi pagi dikirim. Dan kembali kami ulangi bersama dalam beberapa hari hingga akhirnya Jay dan Sari harus kembali ke Surabaya, ini semua baru mulai dari permainan seks bersama kami yang sampai sekarang memungkinkan kami kembali ke Surabaya, atau mereka ke Jakarta.
Kadang-kadang-kadang-kadang Sari sendiri ke Jakarta bermain seks bertiga denganku dan istriku, Atau aku istriku yang ke Surabaya bermain seks bertiga atau bersama dengan salah satu dari Jay atau Sari. Cerita pertukaran pasangan END
Jay adalah temanku semasa kuliah dulu di kota Surabaya. Karena lulus dari kuliah kami tidak pernah bertemu, komunikasi melalui telepon tetap berjalan lancar. Saat ini dia juga sudah menikah, dan aku belum kenal mendengar. Dia juga saat ini sudah berkerja di salah satu perusahaan besar di Surabaya, sedangkan aku berkerja di Jakarta sampai sekarang. Pada saat menghubungiku, Jay mengatakan bahwa dia akan berada di Jakarta selama satu minggu lamanya dan tinggal sementara di sebuah apartemen yang disediakan oleh perusahaannya.
Dia juga datang bersama berbicara dan saat ini mereka juga tidak memiliki anak seperti aku dan istriku, maklum kami kan masing-masing baru menikah dan masih fokus ke karir kami, baik istriku atau istri Jay hanya ibu rumah tangga saja, karena kami pikir itu perlu lebih Aman untuk mempertahankan rumah tangga, karena dunia kerja pergaulannya menurut kami mendukung aman untuk istri-istri kami Malam itu sampailah kami di kamar apartemen yang dihuni oleh Jay dan berbicara.
Hai ... Jay gimana kabar kamu, sudah lama yach kita nggak ketemu, kenalkan ini istriku Lusi, kataku.
Hai Van, ngga ngira gua kalau bakalan bisa ketemu lagi sama kamu, hai Lusi ... apa kabar, ini Sari istriku, Sari ini, Ivan dan Lusi ... kata Jay berbalik mengundang dan mengundang kami masuk.
Kemudian kami ngobrol bersama sambil menikmati makanan yang telah disiapkan oleh Jay dan Sari. Kulihat Lusi dan Sari cepat akrab, tapi ketemu baru, begitu juga dengan aku dan Jay. Ketika Sari dan Lusi asyik ngobrol macam-macam, Jay menarikku ke Arah balkon yang ada dan segera menarik tanganku sambil membawa minuman kami masing-masing.
Eh .. Van gua punya ide, mudah-disetujui aja elo setuju ... karena ini pasti sesuai dengan kenakalan kita dulu ... gimana ..." kata Jay. "Tentang apa ..." kataku.
Tapi elo jangan marah ya ... kalau nggak setuju ..." kata Jay lagi. "Oke gua janji ..." kataku. "Begini ... gua tau kita kan masing-masing punya libido seks yang tinggi, gimana kalau kita coba bermain seks bersama malam ini, dengan berbagai variasi seperti, elo boleh pakai istri gua dan gua juga boleh pake istri kamu, gimana ...
ucap Jay. "Ah .. gila kamu ..." kataku spontan. Lusi dan Sari yang sedang asyik ngobrol. Kulihat Sari sangat cantik tidak kalah cantiknya dengan Lusi, dan aku yakin sebagai laki-laki aku sangat tertarik untuk menikmati tubuh perempuan seperti Lusi dan Sari yang tidak kalah dengan ratu-ratu kecantikan Indonesia.
Gimana Van ... kan kita akan sama-sama menikmatinya, tidak ada untung rugilah ..." kata Jay meminta keputusanku lagi. "Tapi gimana caranya ... mereka pasti marah ... mau kita tanya ..." aku balik bertanya. Tenang aja, gua harus disetujui jika disetujui ..." kata Jay lagi. “Gua punya Pil perangsang… lalu kita masukkan ke minuman istriku dan istrimu .. jawab dengan dosis yang lebih banyak, agar mereka cepat terangsang, dan kita mulai menyetujui.
Oke ... gua setuju .. "kataku. Dan kami pun mulai melaksanakan rencana kami tersebut. Jay mengambil gelas lagi dan memasukkan beberapa butir pil ke dalam dua gelas buah yang sudah diisi minuman ringan yang akan kami berikan kepada Lusi dan Sari. "Aduh .. asyik amat ... apa sich yang diobrolin .. nich .. minumnya kita tambah ..." kata Jay sembari memberikan gelas yang satu ke Sari, sedangkan aku memberikan yang satu lagi ke Lusi, sambil minum minuman yang sebelumnya kelihatan sudah habis .
Kemudian Lusi dan Sari langsung menenggak minuman yang kami berikan beberapa kali. Aku duduk di sebelah Lusi dan Jay duduk di dekat Sari, kami pun ikut ngobrol bersama mereka. Beberapa waktu kemudian, baik saya maupun Jay mulai melihat Lusi dan Sari mulai berkeringat dan gelisah sambil mengubah posisi duduk dan kaki mereka, mungkin obat perangsang tersebut mulai berpikir, pikirku. Kemudian Jay berinisiatif mulai memeluk Sari dari samping, begitu juga aku, dengan sedikit melepaskan desah nafasku ke tengkuk Lusi istriku.
Sar ... aku sayang kamu ..." kata Jay. Kulihat mulai meraba paha Sari, berbicara. "Eh Jay ... apaan .. sich kamu ... kan malu ... akh .. ah ..." kudengar suara Sari halus.Nggak pa-pa .. ah ... ah ... kamu sayangku ... ah ..." desah Jay menerima serangannya ke Sari. Melihat kondisi itu, Lusi agak bingung ... tapi aku tahu kalau dia pun mulai terangsang dan tak berkuasa menahan gejolak nafsunya. "Lus… aku cinta kamu .. ukh ... ulp ... ah ..." Aku pun mulai memeluk Lusi dan langsung mencium bibirnya dengan nikmat, dan kurasa Lusi pun menikmatinya.
Aku pun mulai memeluk tubuh dari depan, dan tanganku pun mulai meraba bagian pahanya sama seperti yang dilakukan oleh Jay. "Lus ... akh ... ak ... kamu ... sangat cantik sayang ..." kataku. "Akh .. Van ... ah ... ah ..." desah istriku panjang, karena tanganku mulai membentuk bagian depan pembunuhannya, dan mengelus dan mengusapnya dengan jari tangan kananku, setelah mulai menyibakkan CD-nya.
Kulihat Jay sudah membuka bajunya dan mulai membuka kancing baju Sari berbicara, yang kelihatan sudah pasrah dan sangat terangsang. Cerita pertukaran pasangan. "Ah .. Jay ... ah ... ah ... ah ..." desah Sari kudengar. Dan Jay sudah berhasil membuka seluruh pakaian Sari, dan kulihat berhasil mulusnya kulit Sari yang saat ini hanya tinggal CD-nya saja, dan itu pun sudah berhasil ditarik oleh Jay.
Tinggallah tubuh bugil Sari di atas sofa yang kami gunakan bersama dengan kelakuan Jay pada itu. Kulihat jay pun sudah membuka semua pakaiannya dan sekarang tanpa sehelai benang pun jay yang mendukung tubuh jay juga jay yang saat ini saling rangkul dan cium di sampingku dan istriku.
Ah ... ulp ... ulp ... ulp .. ah .. sst .. sst ... Kulihat Sari menjilat dan menghisap kontol Jay yang putih kemerahan dengan nikmatnya. "Ukh ... ukh..ohh ... .ukh ..." erang Jay menikmati permainan Sari.
Aku pun sekarang sudah berhasil membuka semua pakaian Lusi istriku, kulanjutkan dengan buah dadanya yang kenyal itu dan kulanjutkan dengan melengkapi menempatkan puting susunya makin dan berulang-ulang.
Ah ... ah ... ah ... Van ... terus ... ah .. ah .." desah Lusi keenakan. Tangan Lusi pun memulai celanaku dengan tergesa-gesa karena hanya celanaku yang belum kubuka dan kelihatannya Lusi sudah mulai tidak sabaran.
Akh ... akh ... ukh ... oh ..." kompilasi celana dan CD-ku terbuka dan jatuh ke bawah, Lusi segera memegang kontolku dan menjilatinya seperti apa yang dilakukan oleh Sari. Aku kemudian segera menyelesaikan permainan dengan mengambil posisi jongkok dan membuka lebar kedua kakiiku dan mulai menjilati klitorisnya dan semua bagian di luar pengawasannya.
Aah ... oh .. terus .. terus Van ... enak ... akh ... akh ..." desah Lusi. "Ulp .. ulp .. sst ... sst ... ah ... uhm ... uhm ... uhm ..." Aku terus menjilati klitoris istriku dan kulihat bibir kuliner dan klitorisnya merekah merah ditayangkan serta ditonton oleh jilatanku dan air yang diminum tersebutya yang dapat ditanyakan untuk naik dari mana ritualnya.
Aah ... oh .. terus .. terus Van ... enak ... akh ... akh ..." desah Lusi. "Ulp .. ulp .. sst ... sst ... ah ... uhm ... uhm ... uhm ..." Aku terus menjilati klitoris istriku dan kulihat bibir kuliner dan klitorisnya merekah merah ditayangkan serta ditonton oleh jilatanku dan air yang diminum tersebutya yang dapat ditanyakan untuk naik dari mana ritualnya.
Akh ... Jay ... ahk ... kamu .. gila Jay ... akh .. terus ... terus Jay ... ahh ..." rintih Sari mendengar. "Ukh ... ah ... ulp ... akh ... akh ... akh ... oh ... oh ... oh ..." Suara dan desahan dari istriku dan Sari secara bersamaan dan penuh kenikmatan. Perlahan tangan kananku mulai ikut meraba pengikut Sari yang ada di sebelah istriku.
Dan aku pun ikutan memasukkan kedua buah jariku ke undangan Sari tersebut. Dan Jay pun melupakan semua yang kulakukan, kemudian sambil terus mengocok lubang sari, tangan kiri Jay pun mulai ikut meraba izin istriku saat ini tanpa rambut, setelah selesai kucukur kemarin, permainan ini terus berlanjut baik Sari maupun istriku dibuka dan dibuka nikmati permainan yang aku dan Jay lakukan.
Perlahan saya mulai dengan buah dada sari dengan tangan kananku dan meremasnya perlahan, kurasakan buah dada milik Sari lebih dari milik istriku, tetapi buah dada istriku lebih besar dan menantang untuk dihisap dan dipermainkan.
Kemudian aku mulai berdiri dan memutarbalikkanku yang memiliki panjang 16 cm dan diameter 4 cm ke arah mulut istriku, dan tanganku terus meremas buah dada milik Sari. Istriku dan Sari pun berlalu. Dan kulihat Jay tetap memasukkan dan mengocok kedua lubang yang di tentukan dengan kedua buah disetujui dengan sekali-kali meremas buah dada milik istriku dan juga Sari, diundang. Kemudian Jay mulai berdiri dan mengarahkan kontolnya ke lubang Memek Sari yang sudah sangat basah,
Ah ... Jay ... terus ... masukkan ... terus Jay semuanya ..." kata Sari. Melihat itu aku pun mulai mengarahkan batang kemaluanku ke lubang pembunuhan istriku. Akh ... ukh .. ah ... oh ... ah ... oh ..." erang istriku keenakan. Saat ini, baik posisiku dan jay maupun Lusi dan Sari berada pada posisi yang sama. Aku dan Jay terus menarik turunkan kami di lubang Memek milik Sari dan Lusi.Lusi. Begitu juga dengan Sari dan Lusi terbuka lebar dan memeluk pinggangku juga Jay seolah-olah mereka takut kehilangan kami berdua.
Selang beberapa saat kemudian Jay menghentikan kegiatannya dan memintaku mundur, kemudian memasukkan tongkatnya yang panjangnya 17 cm tetapi diameternya mungkin 3 cm dan kelihatan begitu panjang dari punyaku hanya punyaku lebih besar dan lebih cepat daripada yang bisa dilakukan oleh Jay yang terus bergerak ke bawah untuk menonton film milik istriku.
Kulihat istriku cukup kaget tetapi hanya pasrah dan terus menikmati milik Jay yang mulai mengocok lubang miliknya tersebut. Aku pun memulai juga memutar kontolku ke lubang kemaluan milik Sari, lambat kurasakan lubang kontol Sari masih cukup singkat serta menjepit batang kontolku yang kutekan perlahan.Akh ... akh ... Sar ... memekmu begitu padat .. dan enak ... akh ..." kataku. "Terus ... Van .. Terus .. punyamu begitu besar ... terus Van ... enak ... akh ..." rintih Sari.
Van .. terus ... beri aku kenikmatan .. akh ... akh ... terus Van ... enak ... lebih dalam Van ... akh .. "" Lus ... punyamu begitu enak ... sangat ... rapat dan menjepit kontolku .. akh ... "desah Jay untuk istriku. "Ehm ... ehm ... ukh ... ukh ... lebih dalam Jay ... lebih dalam ... teruskan Jay ... teruskan ... titmu ... sangat panjang ... akh .. dan membuka ... dinding .. rahimku .. akh ... akh ... enak ... Jay .." desah istriku lirih.
Kemudian aku terus meremas dan memasukkan susu milik Sari dan sekali-kali kugigit pelan-pelan putingnya dan Sari terus menikmatinya, sementara aku terus naik-turun mengocok lubang sari yang terasa padat dan kenyal serta cepat kering tersebut.
Teras batang kemaluanku serasa masuk ke lubang yang sangat sempit dan padat ditumbuhi daging-daging yang berdenyut-denyut menjepit dan mengurut batang kontolku yang semakin keras dan menantang lubang sari Sari yang kubuat basah sekali, dan Sari pun terus menikmati dan mengangkat pinggulnya serta menggoyangkannya saat menerima hujaman batang hukumanku yang saat masuk hanya menyisakan dua buah biji-bijian yang mendukung dan terhempas di luar sari Sari tersebut.
Akh ... Sar ... enak .. sekali .. punyamu ... akh .. akh .." desahku. "Oh Van ... aku sangat ... suka ... milikmu ini ... Van yang besar dan keras ini ... akh ... ogh ... ogh ... terus Van ... ah ..." Kulihat Jay membalikkan tubuh istriku dan memasukan penutupnya yang panjang putih kemajuan ini dari belakang, "Akh ... akh ... akh ... Jay ... terus ..
lebih dalam Jay ... akh .. enak ... Jay ... "rintih istriku, yang kulihat buah dadanya bergoyang mengambil alih dari penggalian Jay yang terus keluar masuk, dan membuka tangan Jay meremas buah dada tersebut juga menariknya.
Akh ... Jay .. akh ... ogh ... ogh ... ahh ... " "Ogh .. Lus ... buah dadamu begitu besar ... dan ... enak ... ukh ... ehm ... ehmmm ..." sahut Jay penuh kenikmatan. Sari mencoba mengubah gaya dalam permainan kami, saat ini dia sudah berada di atas tubuhku yang duduk dengan kaki yang lurus ke depan, sedangkan Sari memasukkan dan memindahkan pengikutnya dari atas ke arah mengarahkanku.
Blees ..." "Aakh ... enak ... akh ... Van punyamu begitu besar ... akhg ..." desah sari yang terus menaik-naikkan sementara dan memperbaiki pinggulnya menikmati menikmatiku yang terasa nikmat dan ngilu enak. "Oh ... Sar .. terus ... ah ... ah ..." desahku. "Oh Van ... oh ... oh ... oh ... Van ... aku hampir keluar Van ... aogh ... ogh ..." jerit Sari. "Okh .. Van ... okh ... aku ke ... luar ... okh .. okh… ”tubuh Sari mengejang bagaikan kuda dan kurasakan semangatku pun bergetar mengimbangi orgasme yang berhasil Sari.
Kulihat Liku istriku sangat menikmati permainan ini dengan posisi bagaikan ****** atau kuda yang sedang kawin, buah dada istriku yang besar bergoyang-goyang ke depan-belakang dengan cepatnya, sekujur tubuh Jay seks mereka ini, kulit jay yang putih mulus karena dia berdarah manado ini Tangan istriku meremas sofa sandaran dan berteriak
lirih, "Ah ... ah ... ah ... eh ... uh ... uh ... Jay tekan terus Jay dengan keras ... ah .. ah .." Kulihat satu tangan istriku memutar dan memelintir menempatkan susunya sendiri juga sekali- kali meremas buah keras dadanya seperti takut kehilangan kesenangan permainan mereka tersebut. Aku kemudian melepaskan dan sebagian tubuhku dan berbaring di bawah buah dada istriku, kemudian berinisiatif untuk ikut meremas buah dadanya dan menggabungkan menempatkan susunya Akh ... Van ... akh ... enak .. ogh ... ogh ... ogh ... terus Van ..." rintih istriku, terasa olehku kemudian Sari menjilati dan menghisap batang pembunuhanku yang mulai mengeras kembali.
Ogh ... ogh ... ogh ... Van ... ogh ... ogh ... Jay ... kontolmu sangat panjang dan membuatku sangat ... puas Jay ... akh ... terus ... akh ..." kata Lusi. “Ulp .. ulp ... ulp .. ulp… ulp ..” jilatan Sari di penerbitku yang mengeras. "Okh ... Jay ... aku .. hampir .. ke .. ke .. luar ... Jay ... terus" desah istriku.
Kuremas dan kupelintir dengan keras puting susu dan buah dada istriku, dan kulihat Jay juga mengejang. "Akh ... akh .. akh ... akh .. Lus .. aku juga keluar ... akh ... akh ..." jerit Jay kuat, kemudian berusaha mengejang dan bergetar hebat. "Ogh ... ogh ... ogh ... ogh ..." istriku pun mengejang dan meremas sandaran sofa dengan kuat. Beberapa saat.
Aku pun kembali menikmati kenikmatan mengalir di batang kemaluanku dan ... "Akh ... akh ... akh ... akh ..." turnamenku memuncratkan spermaku kembali, sebagian ke wajah sari dan sebagian lagi meloncat ke atas tubuh istriku dan aku pun mengejek kenikmatan dan kulihat sari terus menjilati donorku yang besar ini dan membersihkannya dengan lidahnya. Kemudian kami terbaring dan tertidur bersama di sofa tersebut hingga pagi, di dalam tanpa sehelai benang pun menyelamatkan tubuhku, istriku, Jay dan Sari berbicara.
Permainan ini kembali kami ulangi pagi dikirim. Dan kembali kami ulangi bersama dalam beberapa hari hingga akhirnya Jay dan Sari harus kembali ke Surabaya, ini semua baru mulai dari permainan seks bersama kami yang sampai sekarang memungkinkan kami kembali ke Surabaya, atau mereka ke Jakarta.
Kadang-kadang-kadang-kadang Sari sendiri ke Jakarta bermain seks bertiga denganku dan istriku, Atau aku istriku yang ke Surabaya bermain seks bertiga atau bersama dengan salah satu dari Jay atau Sari. Cerita pertukaran pasangan END
