2019-12-04

Nafsu Ibu Kost Kesepian, Malu Tapi Mau

Nafsu Ibu Kost Kesepian, Malu Tapi Mau
Agen Poker OnlinePerkenalkan namaku Rangga, kira kira hampir satu tahun Rangga ngekost di rumah bu Dewi, tak sengaja juga aku bisa ngekost dimana awal ceritanya kita bertemu di pasar, saat itu Ibu Dewi mendapat kejadian kecopetan saat Ibu Dewi teriak minta tolong aku langsung mengejar pencopet itu dan bisa menangkap copet tersebut dan mengembalikan dompetnya.

Setelah kejadian itu aku bercerita ingin mancari tempat Nafsu Ibu Kost Kesepian disitulah ibu Dewi berbalik baik hati untuk ngekost di tempatnya yaitu di rumah bedengan. Suatu hari sudah empat bulan aku ngekost di kostnya dan aku telat bayar kost selama tiga bulan, mungkin juga karena Dewi masih teringat saat aku bantu mengembalikan dompetnya jadi beliau terlalu baik denganku.

Tapi dalam hatiku Rangga tidak enak tapi gimana lagi duitku juga tidak punya jadi apabila bertemu ibu Dewi aku banyak menghindar unutk bertemu dengannya langsung. Sampai satu hari waktu itu masih sore jam 4.

Rangga masih tidur-tiduran dengan malasnya di kamarnya. Tempat kost itu berupa kamar tidur dan kamar mandi di dalam. Terdengar pintu kamarnya di ketok tok..tok..tok.. lalu suara bu Dewi yang manggil,Ga Ga ada di dalem gak?Sontak Angga bangun, wah bisa berabe kalo nanyain duit sewa kamar nie, pikir Rangga.

Dengan cepat meraih handuk, pura-pura lagi mandi aja ah, ntar juga bu Dewi pergi sendiri. Setelah masuk kamar mandi kembali terdengar suara bu Dewi, Angga lagi tidur ya..? dan dari kamar mandi Angga menyahut sedikit teriak, lagi mandi bu.

Sesaat tidak ada sahutan, tapi kemudian suara bu Dewi jadi dekat, ya udah mandi aja dulu Ga, ibu tunggu di sini ya eh ternyata masuk ke kamar, Angga tadi gak mengunci pintu. sbusyet dah, terpaksa bener-bener harus mandi nie,pikir Angga.


Sekitar lima belas menit Eksen di kamar mandi, sengaja mandinya agak dilamain dengan maksud siapa tau bu Dewi bosan trus gak jadi nunggu. Tapi rasanya percuma lama-lama toh bu Dewi sepertinya masih menunggu.


Akhirnya keluar juga Angga dari kamar mandi, dengan hanya handuk yang melilit di pinggang, tidak pakai celana dalem lagi, maklum tadi gak sempet ambil karena terburu-buru. Bu Dewi tersenyum manis melihat Angga yang salah tingkah,lama juga kamu mandi ya Angga bu Dewi membuka pembicaraan.

BACA ARTIKEL : Selingkuh Dengan Tentangga  Nikmat 


Dominoqq - Pasti bersih banget mandinya yah gurau bu Dewi sambil sejenak melirik dada bidang Angga. sah ibu bisa aja biasa aja kok bu.., oia ada apa ya bu..? jawab Angga sekenanya saja sambil mengambil duduk di pinggiran tempat tidur.

Bu Dewi mendekat dan duduk di samping Angga, Cuma mau ngingetin aja, uang sewa kamarmu dah telat 3 bulan lho trus mau ngobrol-ngobrol aja sama kamu, kan dah lama gak ngobrol, kamu sie pergi melulu ucap bu Dewi.

Angga jadi kikuk, aduh kalo uang sewanya ntar aku bayar cicil boleh gak bu? Soalnya lagi seret nie jawab Angga dengan sedikit memohon. Bu Dewi terlihat sedikit berpikir boleh deh, tapi jangan lama-lama ya emang uangmu di pakai untuk apa sie? terlihat bu Dewi sedikit menyelidik.

Hmmmm pasti buat cewe mu ya dia terlihat kurang senang. ah nggak juga kok bu.. saya emang lagi ada keperluan, jawab Dengan hati-hati melihat raut wajah bu Dewi yang kurang senang. huh laki-laki sama aja, kalo lagi ada maunya, apa aja pasti di kasih pada perempuan yang lagi di dekatinya, sama aja dengan suamiku. Keluh bu Dewi dengan nada kesal.

Waduh nampaknya bu Dewi lagi marahan nie sama suaminya, jangan-jangan amarahnya ditumpahkan pula sama Angga. Dengan cepat Angga menjawab,tapi saya janji kok bu, akan saya lunasi kokshhhhh.bu Dewi menghela nafas, udahlah Ga, gak apa-apa kok, gak di bayar juga kalo buat kamu ga masalah ibu Cuma lagi kesel aja sama suamiku, dia cuma perhatiannya sama Marni terus aku seperti gak dianggap lagi, mentang-mentang Marni jauh lebih muda ya.

Sedikit penjelasan bahwa bu Dewi ini istri pertama dari pak Kardi, sedangkan istri keduanya bu Marni. Dan sekarang sepertinya pak Kardi lebih sering tinggal di rumahnya yang satu lagi bersama bu Marni dan bu Dewi tampaknya udah mulai kesepian nie wah kalo masalah keluarga sie aku kurang paham bu. jawab Angga kikuk gak apa-apa Ga, ibu hanya mau curhat aja sama kamu boleh kan Ga?suara bu Dewi sendu.


Agak lama terdiam, terdengar tarikan nafas bu Dewi terasa berat, dan sedikit sesunggukan, waduh lama-lama bisa nangis nie, gawat dong pikir Angga. sudah bu jangan terlalu dipikirkan, nanti juga pak Kardi kembali lagi kok, kan ibu juga gak kalah cantiknya sama bu Marni,

Angga bermaksud menghibur. sah kamu Ga emang ibu masih cantik menurutmu? bu Dewi menatap sendu ke arah Angga, terlihat dua butir air mata mengalir di pipinya.


Uhh. ingin rasanya Angga menghapus air mata itu, pak Kardi emang keterlaluan masa wanita cantik nan elok seperti ini dianggurin sie, coba Angga bisa berbuat sesuatu busyet Angga memaki dalam hati kenapa otak gwa jadi kotor gini.

Dengan sedikit gugup Angga menjawab, iya kok bu, ibu masih cantik, kalo masih gadis mungkin aku yang duluan tergoda.

Uupsss . Maksud hati ingin menghibur, tapi kenapa kata-kata yang menggoda yang keluar dari mulut gerutu Angga dalam hati. Angga jadi panik, jangan-jangan bu Dewi marah dengan ucapan Angga. Tapi ternyata Angga salah, karena bu Dewi tersenyum, manis sekali dengan deretan gigi yang putih dan rapi, ih Angga bisa aja menghibur.

Iya juga sie, kalo masih gadis bisa aja tergoda, pantes aja suamiku gak ngelirik aku lagi, bis nya dah tua sie rona wajah bu Dewi berubah sedih lagi, kalo menurutmu Ga, apa ibu emang gak menarik lagi? sambil berdiri dan memperhatikan tubuhnya kemudian menatap Angga minta penilaian.

Terang aja Angga makin kikuk, wah aku mau ngomong apa ya bu? Takutnya nanti di bilang lancang lho tapi kalo mau jujur. Ibu cantik banget, seperti masih 30an deh. Bu Dewi tampaknya senang dengan pujian itu, hmmm.. kamu ada-ada aja saja ibu udah 43 lho.. emang Angga liat dari mananya bisa bilang begitu? Angga jadi cengar cengir, itu penilaian laki-laki lho bu, saya malu bilangin nya.

Bu Dewi kembali duduk mendekat, sekarang malah sangat dekat hampir merapat ke Angga sambil berkata, ah.. gak perlu malu.


Bilang aja Nafas Angga terasa sesak, badan nya terasa panas dingin menghadapi tatapan bu Dewi, matanya indah dengan bulu mata yang lentik, sesaat kemudian Angga mengalihkan pandangan ke arah tubuh bu Dewi mencari alasan penilaian tadi, uups baru deh Angga memperhatikan bahwa bu Dewi memakai baju terusan seperti daster tapi dengan lengan yang berupa tali dan diikat simpul di bahunya.

Hmmm .. kulit itu mulus kuning langsat dengan tali baju dan tali bra yang saling bertumpuk di bahu, pandangan Angga beralih ke bagian depan uupss terlihat belahan dada yang hmmm sepertinya buah dada itu lumayan besar.


Ceme Online - Sentuhan lembut tangan bu Dewi di paha Angga yang masih dibungkus handuk cepat menyadarkan Angga.

Dengan penuh selidik bu Dewi bertanya,lho kok jadi bengong sie..? apa dong alasannya tadi bilang ibu masih 30an Angga sedikit tergagap karena merasa ketahuan terlalu lama memandangi tubuh bu Dewi, eeemm.. ibu benar-benar masih cantik

Kulitnya masih kencang masih sangat menggodah Tidak ada jawaban dari mulut bu Dewi, hanya pandangan mata yang kini saling beradu, saling tatap untuk beberapa saat dan seperti ada magnet yang kuat, wajah bu Dewi makin mendekat, dengan bibir yang semakin merekah.


Angga pun seakan terbawa suasana, dan tanpa komando lagi, Angga menyambut bibir merah bu Dewi, desahan nafas mulai terasa berat ciuman terus bertambah dahsyat, bu Dewi menjulurkan lidahnya masuk menerobos ke mulut Angga, dan dibalas dengan lilitan lidah Angga sehingga lidah tersebut berpilin-pilin dan kemudian deru nafas semakin berat terasa.

Dengan naluri yang alami, tangan Angga merambat naik ke bahu bu Dewi, dengan sekali tarik, terlepas tali pengikat baju di bahu tersebut dan dengan lembut Angga meraba bahu bu Dewi sampai ke lehernya.

Kemudian turun ke arah dada, dengan remasan lembut Angga meremas payudara yang masih terbungkus bra itu. shhhhhhhhht nafas bu Dewi mulai terasa menggebu, nampaknya gairah birahinya mulai memuncak.

Jemari lentik bu Dewi tak ketinggalan meraba dan mengelus lembut dada Angga melingkari pinggang Angga, mencari lipatan handuk, hendak membukanya Uupps. Angga tersentak dan sadar, upshhh maaf bu maaf bu saya terbawa suasana.

Angga tertunduk tak berani menatap bu Dewi sambil merapikan kembali handuknya, baru kemudian dengan sedikit takut melihat ke arah bu Dewi. Terlihat bu Dewi pun agak tersentak, tapi tidak berusaha merapikan pakaiannya, sehingga tubuh bagian atas yang hanya tertutup bra itu dibiarkan terbuka.


Pemandangan yang menakjubkan. napa Ga kita sudah memulainya dan kamu sudah membangkitkan kembali gairah ibu yang lama terpendam kamu harus menyelesaikannya Angga tatapan bu Dewi terlihat semakin sendu mmm ibu gak marah..? gimana nanti kalo ada yang lihat bu bisa gawat dong pak Kardi juga bisa marah besar but jawab Angga.

Tanpa menjawab bu Dewi bangkit berdiri, namun karena tidak merapikan pakaiannya, otomatis baju terusan yang dipakai jadi melorot jatuh ke lantai. Angga terpana melihat tubuh indah itu, sedikit berlemak di perut dan bokongnya namun itu malah menambah seksi lekuk tubuh bu Dewi.


Kemudian dengan tenang bu Dewi melangkah ke arah pintu kamar dan menguncinya. Saat berjalan membelakangi Angga itu nampak gerakan bokong bu Dewi naik turun, dan perasaan Angga semakin tegang dengan nafsu yang semakin tak tertahankan, demikian juga saat bu Dewi berbalik dan melangkah kembali menuju tempat tidur.

Angga tidak melepaskan sedikit pun gerakan bu Dewi. Sampai bu Dewi berdiri dekat di depan Angga dan berkata, kamarnya udah di kunci Ga, dan gak ada yang akan mengganggu. Angga tidak langsung menjawab, menghidupkan tape dengan suara yang agak besar, setidaknya untuk menyamarkan suara yang ada di ruangan.

Bu Dewi kembali duduk di pinggiran tempat tidur, dan membuka bra yang digunakannya. Angga mendekat dan duduk di samping bu Dewi hmmm nampak payudara itu masih montok dan kenyal, ingin Angga langsung melahap dengan mulut dan menjilatnya.

Bu Dewi yang memulai gerakan dengan melingkarkan lengannya ke leher Angga, menarik wajah dan langsung melumat bibir Angga dengan nafsu yang membara. Angga membalas dengan tidak kalah sengit, sambil meladeni serangan bibir dan lidah bu Dewi, tangan Angga meremas payudara montok milik bu Dewi.

Desahan nafas menderu di seputar ruangan, diselingi alunan musik menambah gairah. Setelah beberapa saat, bu Dewi mendorong lembut badan Angga, menyudahi pertempuran mulut dan lidah, dengan nafas yang memburu.


Angga mendorong lembut tubuh bu Dewi, berbaring terlentang dengan kaki tetap menjuntai di pinggiran tempat tidur. Dada yang penuh dengan gunung kembar itu seakan menantang dengan puting yang telah tegang.

Tanpa menunggu lagi Angga melaksanakan tugasnya menjelajahi gunung kembar itu mulai dari lembah antara, melingkari dan menuju puncak puting.

Dengan gemas Angga menyedot dan memainkan puting susu itu sambil tangan meremas payudara kembarannya HHHH. AHHH.MMMH. suara bu Dewi mulai kencang terdengar, desahan-desahan nikmat yang semakin menggairahkan. Angga melanjutkan penjelajahan dengan menyusuri lembah payudara menuju perut dan sebentar memainkan lidah pada udel bu Dewi yang menggelinjang kegelian.

Angga menghentikan penjelajahan lidah, kemudian dengan cekatan menarik celana dalam bu Dewi, melepaskan dan membuang ke lantai. Dengan spontan bu Dewi mengangkat kaki ke atas tempat tidur dan memuka lebar pahanya, terlihat gundukan vagina dengan rambut-rambut yang tertata rapi.

Angga mulai kembali aksi dengan menjilati menyusuri paha bu Dewi yang halus mulus, terus mendekat ke selangkangan menemui bibir vagina yang mulai mengeluarkan cairan senggama. Tanpa menunggu lama.

Angga menyapu cairan senggama itu dengan lidahnya dan meneruskan penjelajahan lidah sepanjang bibir vagina bu Dewi dan sesekali menggetarkan lidah pada klitorisnya yang membuat bu Dewi mengerang kenikmatan, AHHHH. MMMMH HHH Ga. UHH desahan birahi yang memuncak dari bu Dewi membuat Angga semakin bersemangat dan sesekali lidah di julurkan mencoba masuk ke liang senggama yang menanti pemenuhan itu.

Setelah beberapa menit Angga mengeksplorasi liang kewanitaan itu, nampaknya bu Dewi tidak sabar lagi menuntut pemenuhan hasrat birahinya, Ga. Ayo sayang masukkin Ga hhhhmmmmh. Suara bu Dewi ditingkahi desahan-desahan yang semakin kencang.

Dengan tenang Angga menyudahi penjelajahan lidah dan bersiap bertempur yang sesungguhnya. Dengan sekali tarik lepaslah handuk yang melilit di pinggang dan bebas mengacung penis dengan bagian kepala yang merah mengkilap.

Bu Dewi semakin membuka lebar pahanya, besiap menanti pemenuhan terhadap liang wanitanya. Angga naik ke tempat tidur dan langsung mengarahkan batang penis ke arah vagina bu Dewi yang dengan sigap lansung meraih dan meremas batang kemaluan Angga dan membantu mengarahkannya tepat ke liang vaginanya.

Dengan sekali dorongan penis Angga amblas sampai setengahnya. Evan menahan gerakan sebentar menikmati prosesi masuknya penis yang disambut desahan bu Dewi, AHHH.TERUSKAN Ga AHHH.

Kemudian dengan meresapi masuknya penis sampai sedalam-dalamnya. Setelah dorongan pertama dan batang zakar yang masuk seluruhnya barulah Angga memompa menaik turunkan pantat dengan irama beraturan seakan mengikuti irama musik yang terasa semakin menggebu dan hot.

Angga bertumpu pada kedua siku lengan sedangkan bu Dewi mencengkam punggung Angga, meresapi dorongan dan tarikan penis yang bergerak nikmat di liang senggamanya. Suara desahan bercampur aduk dengan alunan musik dan peluh mulai bercucuran di sekujur tubuh.

AH..AH..AH..MMHMHHHHHH. tak hentinya desahan meluncur dari bibir Angga dan bu Dewi. Sesaat Angga menghentikan gerakan untuk mencoba mengambil nafas segar, bu Dewi memeluk Angga dan menggulingkan badan tanpa melepas penis yang tetap berada di liang vaginanya.

Dengan posisi di atas dan setengah berjongkok, bu Dewi memompa dan menaikturunkan pantatnya dengan badan bertumpu pada lengan.

Sesekali bu Dewi memutar pantatnya dan kemudian memasukkan batang zakar Evan lebih dalam. Angga tak diam saja, tangan meremas kedua payudara yang menggantung bebas dan menarik-narik puting susu bu Dewi.

Suasana makin membara dengan peluh yang bercucuran, sampai saat bu Dewi seperti tak sanggup melanjutkan pompaan karena birahi yang hendak mencapai puncak pemenuhan. Dengan sigap Angga membalikkan posisi, bu Dewi kembali berada di bawah, dengan mempercepat tempo dorongan Evan meneruskan pertempuran.

Ga ..AHH..AH..AH..UHTERUS Ga. AHHHAHH IBU SAMPAI GA AHHHHHHHHH MMMMMHHH.

Setelah teriakan tertahan bu Dewi mengatup bibirnya menikmati orgasme yang didapat, tubuhnya sedikit bergetar. Angga merasa vagina yang mengalami orgasme itu berkedut-kedut seperti menyedot zakarnya.

Angga menikmatinya dengan memutar “mutar pantatnya dan memasukkan lebih dalam lagi batang zakarnya, dan terasa ada dorongan kuat menyelimuti batang zakarnya, semakin besar dan sesaat Angga kembali mendorong batangnya dengan cepat dan saat terakhir menarik keluar batanga zakarnya dan melepaskan air maninya di atas perut bu Dewi.

Yang dengan cepat meraih penis Angga dan mengocoknya sampai air mani itu berhenti muncrat, dengan lembut bu Dewi mengusap penis yang mulai turun ketegangannya. Angga membaringkan tubuhnya disamping bu Dewi.

Terdiam untuk beberapa saat. Bu Dewi bangkit duduk meraih kain di pinggiran tempat tidur dan menyeka sisa air mani di perutnya. Kemudian dengan manja membaringkan tubuhnya diatas Angga. makasih ya sayang ini rahasia kita berdua I love u Ga, bisik mesra bu Dewi di telinga Angga.

mmm baik bu belum sempat Angga menyelesaikan ucapannya, jari telunjuk bu Dewi menempel di bibirnya, kalo lagi berdua gini jangan pangil ibu dong ucap bu Dewi manja. iya sayang. Balas Angga, senyum manis merekah di bibir seksi bu Dewi.

Setelah itu dengan cepat Angga dan bu Dewi merapikan pakaian, dan sebelum meninggalkan Angga, bu Dewi berbisik mesra, sayang tar malem suamiku gak ada di rumah.. aku tunggu di kamar ya berapa ronde pun dilakoni buat Angga sayang. Sambil berpelukan mesra, Angga menyanggupi ajakan bu Dewi.