2019-11-01

Mesum Dengan Wali Murid

Mesum Dengan Wali Murid
AGEN POKER ONLINE - sebagai seorang kepala rumah tangga yang memiliki seorang anak laki-laki yang telah pindah ke ajang pendidikan yang sangat membahagiakan. Ini terjadi denganku dikala anakku yang bernama Jerry telah dipindahkan SD kelas 1. Setelah aku meninggal karena penyakit kanker payudara, akulah satu-satunya yang harus mengurusi anakku, Jerry.

Secara jujur, kehidupanku sangat disetujui sebelum istriku meninggal. Sekarang semuanya kulakukan sendiri seperti mengajari anakku mengerjakan PR-nya, memasak yang bisa bercampur dengan kesibukanku di kantor sebagai salah satu orang terpenting di perusahaan Jepang yang berdomisili di Jakarta.
Kadang-kadang aku menjadi bingung sendiri karena masakanku tidak sesempurna istriku dan untunglah Jerry, anakku satu-satunya tidak pernah mengkritik hasil masakanku Aku tahu semua hasil masakanku tidak enak karena kadang-kadang juga asin dan kadang-kadang gosong. Suatu hari Jerry memberitahuku bahwa aku harus datang ke sekolahnya karena gurunya ingin bertemu denganku.

Pada hari yang sudah ditentukan, aku pergi ke sekolah anakku untuk bertemu Ibu Diana dan aku bertemu cukup, aku menjadi cukup gugup dan untunglah perasaan itu dapat kukuasai karena aku pergi dengan anakku dan aku ingin anakku membaca kegugupanku itu.

Akhirnya aku menjawabakan duduk oleh ibu guru yang belum menikah itu karena aku tidak melihat cincin kawin di jarinya dan juga dia meyakinkan dirinya bahwa dia masih tunggal kompilasi kupanggil dia dengan sebutan Ibu Diana.


Didalam percakapan itu, dia berbicara tentang pelajaran Jerry yang agak ketinggalan dengan murid-murid lainnya. Ternyata baru ketahuan dari pengakuan Jerry, karena dia adalah rajin yang mengerjakan PR tetapi dia tidak pernah menerima pelajaran karena dihabiskan untuk bermain Play Station yang kubelikan untuknya setiap hari setelah kepergian dia, dia tidak perlu lagi.

Akhirnya diperoleh kesepakatan bahwa Ibu Diana akan memberikan anakku les privat dan setelah kami sama-sama tentang harga perjamnya, kami bersalaman dan pulang sekolah itu. Selama perjalanan ke rumah, aku selalu teringat dengan wajah imut guru muda anakku itu.

Sore berikutnya setelah aku tidur, aku teringat bahwa 1 jam mendatang guru anakku akan datang dan berarti aku juga harus bersiap-siap untuk menyambutnya. Setelah guru Jerry datang dan mengajakku mengobrol untuk beberapa saat, dia kemudian meminta izin untuk memulai les privat untuk anakku. 

Aku hanya mengangguk dan meninggalkan mereka berdua. Aku mulai membaca koran Kompas hari itu dan aku sekali-kali membaca kembali pada guru anakku yang sedang mengajari Jerry. Kulihat Ibu Diana ini cukup memahami dalam mengajari anakku yang kadang-kadang masih cukup bingung akan materi yang dipelajarinya.

Dua jam berlalu sudah dan kusadari itu jam privat les sudah usai dan kompilasi dia pulang kembali ke rumah, aku menawarkan pulang untuk mengantarkannya berhubung hari sudah malam dan aku tahu pasti tidak ada lagi kendaraan umum di jam-selai begitu di rumahku.

Akhirnya aku mengeluarkan mobil BMW kesayanganku dan setelah aku siap-siap, aku menyuruh Jerry untuk menerima pelajaran yang tadi aku akan mengantarkan gurunya pulang. Jerry menuruti mengucapkan terima kasih dan tanpa basi, dia mulai membuka kembali bukunya dan mengulang materi yang baru saja dipelajarinya.
BACA ARTIKEL LAIN DI : https://mampir77.blogspot.com

Aku kemudian mulai menyuruh Ibu Diana untuk masuk dan kemudian aku mulai mengendarai mobil itu setelah aku menutup pintu gerbang karena aku tidak memiliki pembantu rumah tangga saat itu.
Di tengah perjalanan, kami bercakap-cakap tentang segala hal dan tentang perubahan yang dialami Jerry setelah meninggal dunia. Nampak Ibu Diana serius sekali mendengarkan curahan hatiku yang kecewa setelah ditinggal oleh istriku.

Tiba-tiba kompilasi kami sedang asyik bercakap-cakap, aku melihat sekilas seorang anak kecil yang sedang berjalan berlari dengan cepat menggunakan kilat, aku langsung mengerem dan mendaat aku mengerem mendadak itu, karena Ibu Diana tidak memakai “Seatbelt”, dia langsung jatuh ke pelukanku.

Dia tampak tampak sekali setelah peristiwa itu tetapi setelah aku tidak apa-apa, dia kembali seperti sediakala dan sekarang kami nampak lebih disukai dan aku menjadi sangat kaget dikala dia meminta tolong untuk pergi ke motel sangat jauh.

Aku melihat ekspresi seperti orang yang memegang sesuatu akhirnya aku berhasil untuk pergi ke motel terdekat untuk menyelesaikan 'bisnis'nya. Akhirnya kami berada di dalam sebuah motel murah yang tidak jauh dari tempat aku mengeradak mendadak. 

Setelah berada di kamar, aku langsung duduk di tepi ranjang Ibu Diana dengan kecepatan yang di luar biasa langsung menuju toilet yang ada di dalam kamar motel itu. Beberapa menit kemudian, aku dikagetkan oleh Ibu Diana yang keluar dari toilet dengan mendadak.

Bu .. ada apa?” ​​Aku mendadak gugup bercampur kepingin melihat tubuh Ibu Diana yang sangat indah itu.

Tapi tiba-tiba Diana menarikku dan langsung mencium bibirku. Memulai aku mau meledak! Ibu Diana yang tinggi 172 cm, rambut panjang dan sempurna sekali, padat, keras, sedikit berotot perut, pokoknya seksi sekali. Diana menuntun tanganku ke dadanya.

Disuruhnya aku meremas-remas dadanya. Belakangan kuketahui ukuranya 34C. Kemudian dia sendiri melepaskan bajunya dengan senyumnya yang dipindahkan sekali. Aku hanya diam melihat aku membuka pakaian dengan perlahan-pelan dengan gaya yang menggairahkan sambil menggoyang pinggulnya.

Kemudian terlihatlah semua bagian yang tersembunyi. Dadanya yang montok terikat-gantung, bulu kemenangannya yang tipis, keselamatan yang putih mulus sangat menggairahkan. Batang kejantananku juga sudah lebih besar daripada biasanya. Lalu Diana kembali ke arahku, ditempelkannya mulutnya ke kupingku, menjilatinya dan berbisik kepadaku,

Kamu akan merasakan suka di surga.
Nanti kalau teman-teman datang bagaimana?
enang saja aku sudah bilang mau tidur di sini dan jangan diganggu.

Gile sudah disetujui! Tanpa kusadari kemejaku sudah lepas, Diana menjilati perutku dan terus ke bawah. Aku masih diam kesulitan. Sampai akhirnya dia mulai celana dalamku.

“Wah, ini akan hebat sekali. Begitu besar, keras. Belum pernah seperti ini di film porno. ”

Diana mulai menggali-isap batang kemaluanku (baru-baru ini aku tahu namanya disepong karena almarhum istriku belum pernah dilakukan).

“Aaarghh .. argh ..” aku baru sekali senikmat itu.
"Kamu mulai bergairah kan, Sayang?"

Aku benar-benar bergairah sekarang. Terima kasih untuk kasur kujilati liang kewanitaannya yang sudah basah itu.

“Nnngghhh .. ngghhh .. aaahh ahhh” Diana mulai mengerang-ngerang.

Tapi itu membuatku makin bergairah. Kuhisapi puting susunya yang berwarna pink. “Aahhh .. yeahh .. Tak kusangka kamu agresif sekali.” Kumasukkan jariku ke liang senggamanya. Kusodok-sodok makin lama makin cepat. Diana hanya bisa mengerang, mendesah-desah.

"Ricky, cepat pindah .. ahhnggh .. cepat, Diana udah nggak tahan .. ahhh .. Tapi pelan-pelan, Diana masih perawan."

Waktu itu saya tidak setuju dia perawan atau tidak. Aku hanya memasukkan batang kemaluanku dengan pelan-pelan, sempit sekali. Benar-benar masih perawan, kupikir. Liang kewanitaannya jadi ketat menjepit batang kejantananku. Sampai akhirnya batang dibebaskanku yang panjangnya 20 cm dan diameternya 3,8 cm amblas semua.

“Aaakkhhh” lagi-lagi teriakannya membuatku gembira sekali lagi. Kusodok sekuat-kuatnya, sekancang-kencangnya. "Ngghhh .. Rickkk .. gede banget .. aanggghh .. indah sekali rasanya."

Kemudian kami mengganti posisi nungging. “Plok .. plok .. plok ..” suara waktu aku sedang menggenjotnya dari belakang. Dadanya berayun-ayun. Terkadang Diana meremasnya sendiri. “Aahhh .. lagi .. lebih cepat .. Aaahhh .. Diana udah keluar .. Kamu keluarin di luar, ya!” Tidak lama kemudian akupun keluar juga.

Kusemprot maniku ke sekujur tubuh Diana yang lemas tak berdaya. Dijilatinya lagi batang kenikmatanku sampai lama sekali sampai-sampai keluar lagi. Dengan nafas masih memburu terengah-engah, Diana memakai pakaiannya kembali. “Kamu hebat sekali Rick. Diana puas sekali. Sebenarnya aku sudah jatuh hati kepadamu pada pandangan pertama. Kali ini aku tidak malu lagi, kucium dia sambil kupegang payudaranya.

Setelah puas bersama itu, kami berpelukan untuk beberapa menit dan kami berciuman lagi untuk beberapa lama. Sejujurnya aku sudah jatuh hati pada guru anakku sejak pertama kali bertemu dan sekarang baru kusadari bahwa dia juga sudah jatuh hati kepadaku. Setelah itu aku kemudian berkata disetujui,

“Diana, aku ingin kamu menjadi kekasihku yang mau mengajari Jerry ..” Belum selesai aku menyelesaikan kata-kataku, Diana langsung menciumku dan aku membalasnya dengan penuh kemesraan dan penuh berbeda dengan bantuan kami yang baru saja dilakukan. film semi klik disini

Setelah kami berciuman selama beberapa menit, Diana langsung berkata kepadaku, “Ricky, aku juga ingin punya kekasih dan ternyata aku sekarang ingin dan aku ingin menikah denganmu dan kita bisa bersama-sama mendidik Jerry.” Setelah kejadian itu, Diana sering pergi bersamaku dan Jerry.

BACA ARTIKEL LAIN DI : https://mampir77.blogspot.com